Bekasi Chapter

Thunder 125 Community Indonesia
Subscribe

Archive for the ‘Safety Riding’

Penggunaan signal kaki

October 24, 2007 By: Admin Category: Safety Riding 1 Comment →

Bro, ada perdebatan mengenai penggunaan Signal kaki yang memberikan tanda ada hazzard di jalan, beberapa pendapat mengatakan hal ini berbahaya, karena keseimbangan kita dalam mengendalikan motor akan terganggu ketika kaki kita tidak menapak pada foodstep, sebagian lagi berpendapat bahwa masih sangat perlu untuk tanda atau peringatan kepada rider kita dibelakang.

Ok, mari kita ulas dari beberapa aspek.

A. Safety untuk diri sendiri
Memang bisa membahayakan diri kita manakala ada lubang dijalan dan kaki kita tidak menapak pada foodstep.
Hal ini akan mengganggu keseimbangan kita dalam menjalankan motor.
Hal yang bisa kita lakukan adalah dengan cara mengurangi kecepatan secara perlahan jika memungkinkan, dan jika tidak bisa kita hindari, kita masuk saja ke lubang dengan meningkatkan kekuatan peganggan kemudi (steer).
Jika masih sempat untuk menghindari, kita hindari, dan jika kita masih bisa mengendalikan motor,berikan signal kaki untuk peringatan pada rider di belakang kita. Jika tidak, selamatkan diri anda terlebih dahulu.

B. Safety untuk Rombongan Turing
Memang sangat perlu untuk memberikan peringatan kepada rider dibelakang kita akan adanya bahaya atau hazzard. Hal -hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. tetap menjaga jarak yang aman antar rider. Ini adalah kunci utama keselamatan berkendara secara beregu atau berkelompok
  2. memberikan signal dengan terlebih dahulu memperhatikan keamanan diri kita.
  3. kalau memungkinkan menggunakan signal tangan baik kiri maupun kanan. Hal ini memang ada kesulitan ketika hazzard berada di sisi kanan kita, karena kecepatan kita akan berkurang karena kita melepaskan gas.
  4. Seperti halnya isyarat kaki, yang turunnya sebentar atau beberapa detik saja, bisa gak itu diganti dengan lampu sein yang dinyalakan sebentar saja (sekian detik saja) dan dinyalakan sebaliknya dimana lubang berada, misalnya ada lubang sebelah kiri, ya kita nyalakan lampu sein sebelah kanan, karena motor kita bergeser kekanan dan sebaliknya.
  5. Peranan SO(safety Officer) didepan RC(Captain Road) memang sangat membantu. jika ada sesuatu di jalan (hazzard) rombongan bisa menghindari pengereman yang mendadak, tapi dapat dilakukan lumpsum sehingga terhindari tabrakan beruntun.

Pengalaman touring sangat dibutuhkan, maka perbanyaklah touring, baik jarak dekat maupun Touring jauh.

Keep Safety Bro !!!

SAFETY RIDING

September 26, 2007 By: Admin Category: Safety Riding 2 Comments →

1. HELM
Seperti kita ketahui bahwa kepala adalah bagian paling vital dari anggota badan kita, celakanya kepala adalah bagian dari tubuh kita yang memiliki resiko tinggi menerima benturan saat terjadi kecelakaan, untuk itulah wajib menggunakan dengan benar Helm untuk pengemudi maupun penumpangnya. Helm yang baik adalah secara fisik mampu memberikan perlindungan menyeluruh pada bagian kepala, seperti pada bentuk Full Face atau Half Face, sementara untuk untuk helm Cetok, sangat tidak dianjurkan untuk menggunakannya.

2. SEPATU
Banyak yang meremehkan tentang penggunaan sepatu dikala kita mengendarai sepeda motor. Dihimbau agar menggunakan sepatu saat berpergian dengan sepeda motor, dan mewajibkannya saat touring.

3. JAS HUJAN
Banyak rupa jas hujan, tapi tahukah anda, bahwa jas hujan model ponco justru membawa maut bagi pemakainya ?? berkibarnya jas hujan model ponco akan memiliki kemungkinan tersangkut dengan kendaraan lain, beberapa kasus tentang hal ini sudah terjadi, Tidak menggunakan jas hujan model ponco.

4. KACA SPION DAN LAMPU PENERANGAN
Dengan kaca spion dan lampu penerangan yang berfungsi baik kita akan mudah memahami kondisi lalu lintas disekitar kita sehingga memberikan waktu yang cukup untuk bereaksi, diwajibkan seluruh sepeda motor memiliki kaca spion dan lampu penerangan yang berfungsi dengan baik.

5. MEMATUHI ATURAN LALU LINTAS
Ada hubungan yang jelas antara keselamatan mengendarai sepeda motor di jalan dengan mematuhi aturan lalu lintas.

6. SOPAN DAN BERETIKA
Jalan raya bukan hanya milik pengendara sepeda motor, untuk itu diminta agar mengedepankan sikap saling menghargai kepada sesama pengguna jalan dan mau menolong sesama pengguna jalan. Terutama sesama club motor yang mengalami hambatan di jalan.

7. MEMATUHI ATURAN TOURING
Untuk keselamatan dan kenyamanan touring, wajib mengikuti prosedur touring.

BEBERAPA TIPS Safety Riding.

  • Cek dan jaga selalu kondisi sepeda motor anda, karena anda yang paling mengetahui kondisi layak dan tidaknya motor anda.
  • Biasakan melakukan pengereman dengan menggunakan rem depan dan belakang bersamaan, dengan penekanan 60 % rem depan, 40 % rem belakang, pada saat menekan tuas rem depan gunakan 3 atau 4 jari anda, dan posisi tuas kopling tidak tertekan, latih teknik pengereman ini sehingga ketika mengerem mendadak tidak terjadi penguncian putaran ban.
  • Jangan menikung atau menyalip kendaraan lain, jika anda tidak bisa melihat kondisi didepan anda.
  • Selalu gunakan pakaian yang sesuai, dan mudah dlihat.

Rombongan tanpa hazzard tidak tercecer

September 19, 2007 By: Admin Category: Safety Riding, Tips & Trik 11 Comments →

cara anggota tidak tercecer pada saat turing, dan tidak pakai hazard, antara lain :

  • Menyamakan driving skill anggota
    - diusahakan merata, kalaupun terpaksa tidak rata, yang paling baik driving skillnya yang paling belakang
  • Anggota rombongan dengan beban bawaan paling berat berada di depan juga. Misalnya bawa boncenger, baru yang tidak bawa apa-apa di belakang
  • CR (Captaint Road) senantiasa memperhatikan irama rombongan baik itu kecepatan, maupun kondisi emosi anggota rombongan di jalan
    kecepatan :
    - pada saat setelah ada halangan yang menyebabkan rombongan mengurangi kecepatan, tidak langsung memacu motor lagi, tetapi tetap perlahan terlebih dahulu sampai kira2 anggota rombongan telah melawati hal2 yang menghambat tersebut
    emosi :
    - menjaga ritme perjalanan dengan membuat nyaman terlebih dahulu anggota rombongan. Misalnya, kecepatan awal kira2 maks 60 km/jam setelah 20 km dilalui, kecepatan ditambah 10 km/jam lagi dst, sehingga mencapai kecepatan yang yang diinginkan
  • Sweeper selalu memonitor kondisi rombongan agar tetap konsentrasi
  • Sweeper memastikan bahwa, dia adalah anggota rombongan yang terakhir
    - sweeper sebaiknya 2 orang sehingga bisa saling mengontrol, kalaupun 1 orang maka anggota rombongan yang berada didepan sweeper yang bertanggung jawab terhadap keberadaan sweeper
  • Membawa alat bantu komunikasi (HT, misalnya)

Hal diatas adalah jika kita turing dengan teknik tetap membuat formasi rombongan. Ada kalanya kita turing dengan tidak memakai formasi apa-apa, jika tiap2 anggota memiliki driving skill yang sama dan tau rute dan situasi jalan tujuan.

semoga membantu
hal ini berdasarkan pengalaman yang saya lakukan dan pelajari selama berada di TC 125 Indonesia.
Jika ada hal lain yg kurang dan tidak sependapat mohon pencerahannya ya bro ….

Ugal-ugalan ? laporkan saja

September 18, 2007 By: Admin Category: Safety Riding 4 Comments →

Ada artikel seperti ini dari milis kita thunder125@yahoogroups.com,
Berani tidak kita melakukannya juga ?
misalnya menempel stiker dibelakang, kalau ada anggota yang melanggar harap telp ke no sekian-sekian …

Saya pribadi menilai ini ide yang brilyan !!!! monggo

hayo, divisi tatip … gimana nih ?

From: lucky junan subiakto <lucky.junan. subiakto@ gmail.com >
Date: Sep 17, 2007 6:32 PM
Subject: -FSRJ- Self Control terhadap Attitude Berkendara
To: FSRJ@googlegroups. com

Akhir-akhir ini fenomena berkendara yang aman melalui beberapa media seperti media elektronik dan media massa semakin sering dan gencar disebarluaskan, mulai dari artikel yang ada di media cetak sampai dengan iklan layanan masyarakat. Cara ini dinilai beberapa kalangan cukup efektif untuk mensosialisasikan keamanan dalam berkendara.

Namun bagi beberapa kalangan lainnya menerapkan hal yang justru sebaliknya, yakni mensosialisasikan keamanan berkendara dengan menerapkan cara-cara yang dimulai diterapkan pada lingkungannya sendiri. Sosialisasi tertib dan aman berkendara diterapkan dengan menerapkan self-control atau pengawasan terhadap lingkungannya sendiri. Cara inipun dinilai efektif karena setiap anggota dari lingkungannya tersebut akan selalu ingat bahwa jika yang bersangkutan tidak menerapkan cara berkendara yang aman dan nyaman maka akan mendapatkan “sanksi” dari yang memiliki wewenang dalam lingkungannya tersebut. Salah satu contohnya adalah sebagaimana tertera pada foto terlampir. Saya sendiri melakukan sedikit interview by phone melalui nomor telepon yang tertera pada stiker tersebut dan menanyakan apakah bagi “pelanggar aturan” sebagaimana tertera pada stiker tersebut dikenakan sanksi? jawabannya cukup mengagetkan, yakni, “ya, ada sanksinya pak! jika sekali melanggar maka akan diberikan SP1 dan seterusnya bahkan sampai dengan sanksi pemecatan”.

nah, apakah kita sebagai bikers berani menerapkan hal yang sama? akankah mendapatkan banyak resistensi?? ?

Lucky
**yang sudah menerapkan hal sejenis di internal**

Yang dibawa saat Touring

August 13, 2007 By: Admin Category: Safety Riding, Tips & Trik, Touring 9 Comments →

persiapan turing

1. tool kit
2. spare part
• kabel gas
• kabel kopling
• busi
• sekering
• Ban
• Olie
• Handel kopling
• Bola lampu depan belakang

3. Lampu senter
4. P3K
5. Gadget
• HT + charge
• HP + charge
• Ipod + charge

6. Toiletry
• Sikat gigi+odol
• Sampo
• Sabun cair
• Parfum
• Sunblock
• Sabun cuci muka
• dll

7. Pakaian
• Baju TC
• Kaos
• Kaos kaki
• CD
• Sarung
• Handuk
• Celana pendek
• Celana panjang

8. Jas hujan
9. pelindung hujan sepatu
10. Matras
11. Peta
12. Obat-obatan
• Vitamin
• Minyak angin
• Salonpas

13. masker

kalau ada yang kurang silahkan ditambahkan ya …..

Riding Style saat Ban Bocor

August 12, 2007 By: Admin Category: Safety Riding, Tips & Trik 3 Comments →

Ada Artikel menarik saya temukan dari forum HTML, kali bermanfaat buat kitaketika lagi turing ke Yogya

Saat kita sedang berkendara dalam kecepatan tinggi tiba - tiba (tigi) motor oleng karena ban bocor maka yang harus kita lakukan adalah :

  • Tetap tenang dan waspada
  • kurangi kecepatan perlahan - lahan
  • Arahkan kendaraan ke tepi jalan dan jangan lupa hidupkan lampu sein
  • Jangan lakukan pengereman mendadak, karena tigi bisa tidak stabil
  • Usahakan berhenti di tempat yang ramai, terang dan tidak mengganggu lalu lintas dijalan tsb

Menurut gw sih itu itu, mungkin bro yang lain ada yang menambahkan??
dipersilahken….

sumber HTML

Motor Sandal Bata

August 10, 2007 By: Admin Category: Safety Riding 16 Comments →

Bata sebagai perusahaan Sepatu yang berumur relatif lama sekali, meluncurkan suatu produk yang aneh. Sandal untuk pengendara motor, yang disebut motor sandal.
Konyol, adalah kata yang tepat menurut saya.
Dalam peluncuran suatu produk tentunya harus didasari dari riset terlebih dahulu, baik dari aspek finansial, market, kelayakan, dll.
Dimanapun surveynya (klo surveynya benar lho) saya yakin tidak ada yang merekomendasikan menggunakan sandal pada saat mengendarai motor. Tidak Safety.

(more…)